Team KIII Blog - 24/7

24 Girls, 7 Days a Week

Rona is Turning 22


 

 

19 Maret 22 tahun yang lalu sekitar pukul 6 pagi, seorang bayi perempuan mungil telah lahir ke dunia. Dengan berat 2,6 kilogram dan panjang 51 centimeter. Ya, itu aku, Rona Ariesta Anggreani. Sebenarnya keluargaku sempat terpikir untuk memberikan nama Ardila sebagai nama belakangku. Karena aku lahir di hari yang sama dengan meninggalnya seorang lady rocker Indonesia, Nike Ardila.
Namun karena berbagai pertimbangan, nama beliau tidak jadi dipakai untuk nama belakangku.

 

Apakah pernah kalian sadari mengapa nama tengahku Ariesta sementara zodiacku bukanlah Aries melainkan Pisces? Ya, dulu aku juga pernah menanyakan tersebut kepada mama dan papa. Dan mereka menjawab, "Iya dulu mami yang namain kamu itu, dikiranya bintangnya udah masuk Aries tapi ternyata masih Pisces. Udah terlanjur dibuat aktenya. Harusnya Piscesa yaaa.. Hahaha"

Begitu kata si mama -_-"

 

Oh iya "mami" itu panggilanku untuk tanteku (kakak perempuan dari papa). Dulu waktu aku lahir, dia sempat ingin mengangkatku sebagai anak (baca: membeliku 😅😄) karena dia hanya memiliki 5 anak laki-laki dan ingin sekali memiliki anak perempuan. Tapi tentunya mama papaku menolaknya.

Mami adalah salah satu orang yang sangat mendorongku terjun ke dunia seni. Terlebih karena hobi dan bakat terpendamnya untuk mendesain baju. Aku ingat sekali dulu dia memiliki satu buku besar yang berisi berbagai macam desain pakaian yang akan ia bawa ke penjahit langganannya. Dan pakaian - pakaian indah nan rumit tersebut untukku. Jadi, sebagian besar pakaian yang kukenakan saat lomba atau saat menjadi bintang tamu adalah hasil rancangannya. Mungkin karena dialah aku akhirnya terinspirasi untuk menjadi seorang fashion designer.

 

Kalau bakat menyanyiku, mungkin diturunkan dari nenekku yang dari papa. Dia dulu suka sekali menyanyi, tetapi hampir semua lagu yang beliau nyanyikan adalah lagu Belanda. Kata papa, dulu nenekku sering punya pacar orang Belanda. Dia juga cukup bisa berbicara bahasa Belanda, mungkin karena beliau hidup sejak zaman penjajahan Belanda. Yang aku sedihkan, beliau meninggal sebelum sempat mengajarkan ilmunya kepadaku. Oh ya dan papa bercerita kalau nenekku juga mahir menjahit. Beliau dulu sering membuatkanku pakaian saat aku masih bayi. Berarti hobiku ini memang hobi turunan ya 😁. Bakat menari mungkin diturunkan dari keluarga mamaku. Kakekku, selain menjadi petani, dulu beliau sempat menjadi seorang penari "remo" di desanya. Remo adalah salah satu tarian tradisional dari Jawa Timur.

 

Kalau papa dan mama, hmmm.. mungkin mereka menurunkan sifat sok jagoan kepadaku. Karena dulu mereka belajar bela diri. Papa belajar wushu, dan mama belajar karate. Mereka mendidikku dengan keras dan tegas sejak kecil, terutama papa. Dulu papa mengajarkan aku membaca dan berhitung sejak aku belum masuk TK. Kalau aku salah, aku diberikan hukuman. Papa juga sangat tidak suka mendengar suara tangisanku, dia akan marah jika mendengar dan melihatku menangis. Jadilah dulu aku sering kena hukuman dari papa karena aku sangat cengeng. Tapi berkat didikan dari papa, aku merasa diriku ini dapat dibilang wanita yang tangguh dan pintar. (Tapi itu dulu sih 😜)
Mama juga akan marah apabila sepulang sekolah, aku mengadu dan menangis karena habis dijahili teman sekelasku. Mama berpesan, "Kalau dipukul temen, kamu bales aja! Jangan pulang - pulang malah nangis!". Dan jadilah Rona si cewek sok jagoan yang suka berantem. Saat aku kecil, aku sangat nakal dan tidak mau mengalah. Guruku jadi sering mendudukkan aku dengan anak laki - laki dibanding dengan anak perempuan, karena aku tidak menangis saat mereka jahili. Aku ingat sekali dulu mama pernah beradu mulut dengan orang tua murid karena anaknya aku lempar dengan bangku kayu. Padahal anaknya laki - laki, tapi aku berani bergelut dengannya. Nah mungkin karena sifatku yang cenderung tomboy, mama mengikutkanku sekolah modeling dan menari. Dan berawal dari situlah kecintaanku terhadap dunia seni dimulai.

 

Semua kenanganku saat kecil, menurutku adalah kenanganku yang paling indah. Saat aku kecil, semuanya terasa begitu mudah dibanding dengan hidupku sekarang. Tapi inilah hidup yang tak bisa terelakkan. Sebagai manusia aku pasti bertumbuh dan bertambah usia. Berbagai pengalaman pasti telah dan akan kurasakan. Semakin bertambahnya usiaku, seharusnya makin bertambah pula kedewasaanku.

Sekarang salah satu mimpiku telah terwujud. Sekarang aku adalah salah satu member Jakarta Empat Puluh Delapan team "kuning-biru" yang mencoba menulis kata - kata sok indah ini di hari ulang tahunku. Dan kemarin saat pengumuman hasil sementara sousenkyo di konser BELIEVE Surabaya, aku mendapatkan peringkat 8. Ini adalah peringkat tertinggiku dalam pengumuman sementara maupun pengumuman final sousenkyo selama ini. Semoga peringkat ini bertahan atau bahkan meningkat di pengumuman akhir nanti.
Aku berharap juga Team K3 banyak menempati posisi senbatsu di sousenkyo kali ini.

 

Setelah kemarin konser di Surabaya, dini hari di tanggal 19 Maret 2017 ini, aku harus terbang kembali ke Jakarta untuk perform teater BELIEVE Team KIII dan seitansai (perayaan ulang tahun). Meskipun sebenarnya lelah, rasa semangatku ini berhasil mengalahkannya. Aku sangat antusias untuk melihat project yang kalian persiapkan untuk merayakan ulang tahunku. Dan benarlah, yang telah kalian persiapkan itu sangat berhasil menambahkan semangatku. Aku sangat bersyukur memiliki kalian semua. Jika tak ada kalian, aku tak akan bisa jadi apa - apa disini. Ketahuilah meskipun aku terlihat sangat cuek, sebenarnya aku sangat sayang kepada kalian semua. Jujur saja aku akan sedih seandainya kalian meninggalkanku. So, please stay with me. Don't go, I really need you.

 

Tadi aku mendapatkan surat dari Natalia dan Desy. Memang mereka teman - teman terdekatku di Team ini. Aku terharu mendengarkan apa yang mereka tulis untukku. Aku sayaaaang kalian!! Aku berharap kita bertiga tahun ini bisa berada di dalam satu video clip yang sama. Kejutan di hari ulang tahunku tak hanya sampai di situ. Yupi dan Shani datang untuk ikut merayakan ulang tahunku. Wooow!! Aku sangaaaat senang mereka menyempatkan diri dan mau menunggu sampai selesai teater untuk memberiku kejutan dengan kedatangan mereka. Maafkan aku yang tidak mahir menyampaikan kata - kata dari lubuk hatiku yang dapat menyentuh hati kalian. Aku bingung harus berkata apa. Yang pasti aku sangat bahagia di hari pertamaku di umur 22 ini. Ini semua karena teman - teman dan kalian semua yang telah mendukungku selama ini.

 

Semoga aku sudah cukup dewasa untuk menghadapi umur 22 dan umur - umur selanjutnya. Semoga aku akan menjadi manusia yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Begitu pula dengan kalian. Mari kita wujudkan berbagai mimpi dalam hidup kita. Mungkin ambisi yang kita kejar berbeda, tapi justru itulah yang menciptakan hubungan harmonis sebagai makhluk sosial. Jika semua manusia berambisi mengejar satu impian yang sama, pasti semua akan saling membenci dan menjatuhkan satu sama lain.
Dan satu hal yang harus kita ingat adalah untuk tetap mengingat Tuhan. Meskipun kita telah berusaha sekeras mungkin, kekuatan kita tak kan pernah bisa menandingi kekuatan Tuhan. Jadi setinggi apapun status kita di dunia ini, tetap tunduklah kepada-Nya.

Salam metal dari Rona Rona Rona Rona Ayen!! \m/

No comments:

Post a Comment