Team KIII Blog - 24/7

24 Girls, 7 Days a Week

Short Story of The Lady Rock3r



Aku memang jarang banget bikin tulisan panjang lebar buat artikel di blog seperti ini sebelumnya. But, I'll try.. let's start!
First, aku mau cerita tentang masa kecilku dulu deh ya. Karna aku jarang cerita di sosial media, jadi mungkin sebagian besar dari kalian belum mengenal diriku lebih dalam.

Aku bukan anak kota... Aku lahir di salah satu kecamatan di Jawa Timur. Tapi sedari kecil aku punya mimpi yang besar. Mungkin karna keluargaku memang mengarahkan agar aku dapat mempelajari banyak hal untuk bekal hidupku kelak. Aku sengaja diikutkan berbagai les, dari menari, menyanyi, modeling, akting, menggambar, mewarna, bahasa Inggris, bahasa Mandarin, dan pelajaran yang lain. Namun karena terlalu banyak yang aku pelajari, mungkin itu membuat hasilnya tidak ada yang maksimal. Semua hasilnya jadi setengah-setengah. Dan aku juga bingung untuk memilih menekuni bidang yang mana. Karena aku suka semuanya. Aku suka banget belajar sesuatu yang baru. Oia, bahkan aku juga pernah ikut les keyboard. Haha tapi yang itu sih terpaksa, jadinya ga dapet ilmunya, udah lupa semua. Dulu aku juga sering mengikuti berbagai macam lomba. Aku juga sering diundang menjadi guest star di acara-acara ulang tahun, nikahan, dan sebagainya.

 

Singkat cerita, saat aku kelas 6 SD, keluargaku pindah ke salah satu kabupaten di Jawa Tengah. Disana aku harus memulai semuanya dari awal. Beradaptasi dengan lingkungan baru, berkenalan dengan teman-teman baru, mengejar pelajaran karena jadi anak pindahan, belajar menyesuaikan diri dengan logat bahasa jawa yang berbeda dengan logat bahasa jawa di Jawa Timur. Karena aku suka belajar, itu semua bukan hal yang berat menurutku. Akhirnya setelah 6 tahun tinggal di kota ini. Aku kembali menemukan jati diriku yang dulu.

 

Singkat cerita lagi, saat aku duduk di bangku SMA kelas 3 semester 2, aku mendaftar JKT48 atas rekomendasi dari teman sekelasku yang memang suka Jepang. Aku memang tidak tahu apa itu JKT48 ataupun AKB48 sebelumnya. Aku hanya iseng mendaftar. Setelah mengirimkan syarat-syarat yang harus dipenuhi melalui email, barulah aku browsing tentang apa itu JKT48. Tapi tidak membantu banyak terhadap pemahamanku tentang JKT48. Hehehe...
Tapi beruntungnya, setelah menunggu kabar hampir sebulan, aku mendapatkan telepon dari JKT48 Operational Team yang memintaku untuk datang ke Jakarta untuk interview langsung. Pastinya aku kaget dan seneng banget. Berangkatlah aku ditemani mama. Naik kereta jam 3 pagi dari Cirebon (karena kebetulan lagi nginep di rumah saudara), sampai Jakarta jam 6 pagi. Sesampai Jakarta, kami berdua bersiap menuju ke tempat audisi.

 

Singkat cerita lagi lagi, aku berhasil lolos sebagai finalis 31 besar dan berangkat ke Jepang. Itu pertama kalinya aku naik pesawat dan pertama kalinya aku ke luar negeri loh. Sebelumnya, selama masa karantina, aku dan mama selalu pulang pergi Jakarta - Pemalang. Sampai kami sempat merasakan mengejar kereta yang sudah mulai jalan, sambil membawa-bawa koper dan bawaan lainnya. Untungnya kami berhasil naik ke kereta dengan bantuan para petugas stasiun dan penumpang lainnya yang membantu.

 

Sejujurnya aku sempat bimbang harus memilih JKT48 atau kuliah di Surabaya. Karena sebenarnya sebelum aku mendaftar JKT48, aku sudah diterima di salah satu universitas swasta favorit di Surabaya dengan jalur prestasi, biaya masuk yang murah, dan jurusan yang memang aku idamkan sejak kecil, yaitu Fashion Design and Business. Tapi setelah aku pikir lagi, JKT48 merupakan kesempatan yang jauh lebih langka yang mungkin hanya datang sekali seumur hidupku. Jadi aku putuskan memilih JKT48, pindah ke Jakarta, dan akhirnya sekarang berkuliah di Jakarta.

 

Awal generasi 2 terbentuk memang banyak yang mencibir dan memandang sebelah mata. Tapi kami percaya perlahan pandangan orang-orang terhadap kami akan berubah. Saat itu aku sempat berada di posisi terdepan. Tetapi mungkin aku merasa terlalu nyaman dan tidak lagi berusaha lebih keras untuk mempertahankan posisi itu. Perlahan posisiku semakin mundur, dan puncaknya adalah saat sousenkyo 2016 kemarin aku tidak mendapatkan peringkat undergirls sekalipun, sementara teman-temanku semakin maju.

 

Itu merupakan tamparan keras bagiku untuk keluar dari zona nyaman dan memperjuangkan impianku kembali. Aku ingin orang-orang yang mendukungku melihatku di barisan terdepan, aku ingin mereka bangga akan diriku yang lebih bersinar. Aku tidak akan menyerah dan mengalah. Aku ingin masyarakat awam tahu bahwa juga ada member bernama Rona di JKT48. Meskipun JKT48 bukanlah impian akhirku, aku ingin menorehkan prestasi terbaik selama aku masih di JKT48 agar bisa mengenangnya seumur hidupku. Semoga tahun ini tahun untukku kembali bersinar, semoga ini saatnya aku #KeDepanLagi.

Rona.

No comments:

Post a Comment